Segala sesuatu belum tentu berjalan lancar,seenake dewek kalau orang jawa bilang,semua akan ada masanya dan semua pasti berakhir,ada yang berakhir baik ada pula yang berakhir buruk tergantung kita memulainya dari sekarang,realita kehidupan sungguh mumet dan kompleks,bila dihitung secara matematika,semua tidak akan berakhir diangka nol,begitu pula yang ingin saya sampaikan disini,bisnis dijasa transportasi umum,maaf saya tulis demikian karena diera sekarang ini banyak mobil pribadi alih pungsi jdi ankot, he.he..
Sehingga banyak juga supir angkot beralih pula jadi supir taksi online ,walaupun bisa dihitung pake jari
Mengapa saya asumsikan demikian karena sekarang banyak taksi online yang mirip kelakuannya seperti supir ankot kebanyakan dari ngetem seenaknya sampai menaikan ataupun menurunkan penumpang.....
Tentunya ini menjadi PR tersendiri bagi pemegang hak paten aplikasi online ,bagaimana mencari solusinya atau kalau perlu training dulu supaya kelihatan perbedaannya antara angkot,taksi konvensional sama taksi online,jangan hanya melihat dari segi penghasilan ataupun dari harga murahnya saja,
Karena suatu saat nanti akan jadi bumerang tersendiri bagi perusahaan penyedia aplikasi online tersebut.
BELAJAR DARI SEORANG ANAK KECIL Ini.. serius anak SD? Kok bisa.. 😢😢 Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya. Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik. Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua. Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk. “Berapa harganya Nek?” “Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek. Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata : “Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lag...
Comments
Post a Comment